m.ciremaipost.com
Ditulis oleh Hans   
Kamis, 17 April 2014 18:18

CiremaiPost-Tempat parkiran yang berada di dekat pos penjagaan polisi di sebelah indomart, tepatnya di depan sebelah kiri pom bensin bandorasa Jalan Raya Cilimus, malam hari dijadikan sebagai ajang nongkrong dan maksiat oleh pasangan-pasangan. Hal itu menarik komentar dan perhatian warga  yang ada di sekitar lokasi tempat tersebut.

“Lokasi tempat parkiran yang berada di dekat jembatan pertigaan yang menuju linggar jati ini, memang kalau pada malam hari sangat lumayan gelap. Dan hal itu banyak dimanfaatkan oleh banyak anak muda-mudi yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat untuk bermesraan. Beberapa kali warga sini juga memergoki tempat itu di jadikan ajang mesum/pacaran yang di luar batas. Selain juga jadi tempat buat minum-minuman keras, sebab kami selaku warga sini, tidak berani ada yang menegur. Karena mereka yang nongkrong itu  adalah segerombolan anak-anak muda bersepeda motor, serta  mobil-mobil pribadi yang berkaca gelap,” kata Iwan Tardo, warga Kec. Cilimus, Kamis (17/4).

Iwan menambahkan, “dan bukan sekedar itu saja, tempat itu terkadang di jadikan ajang untuk perkelahian antar geng motor. Karena kurang memadai penerangan jalan raya, ya dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seharusnya para petugas  Kepolisian, serta Satpol PP  yang berpatroli di malam hari, harus lebih memperhatikan wilayah mana saja yang rawan terjadi tempat maksiat serta di jadikan tempat minum-minum keras. Kalau di biarkan begitu saja, maka apa jadinya nanti generasi muda Kuningan.” (Hans)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Kamis, 17 April 2014 19:01

CiremaiPost-Meski pada saat ini belum ada rapat pleno yang rencana akan digelar di KPU Kab Kuningan, namun hal itu sudah bisa diprediksi oleh beberapa lapisan masyarakat Kuningan, tentang nama-nama beberapa caleg yang bisa menduduki kursi di gedung DPRD. Hal itu dikemukakan oleh Engkus Kusnadi, warga Desa Bojong Kec Cilimus, pengamat politik yang hobby berternak kambing ini.

“Menurut Engkus, prediksi-prediksi caleg incumbent yang lolos menduduki gedung DPRD Kabupaten itu, hanya sekitar 19 sd 20orangan saja. Dan salah satunya adalah Momon Suherman dari PPP, Rana Suparman dari PDI-P, Lin Yulianti dari PAN, serta Dede Ismail dari Gerindra, dan selebihnya adalah yang incumbent dari beberapa partai  1 sampai 5 besar “ Ujar Engkus, Kamis (17/04).

Saat ditanya muka anyar (baru) yang akan duduk di gedung DPRD Kabupaten, Engkus menjawab, “pada saat ini saya hanya bisa memprediksi saja, hampir 60% caleg muka-muka baru, itu akan kelihatan pada saat rapat pleno di KPU. Dan untuk saat ini, saya hanya bisa memprediksi muka-muka baru itu dari partai Golkar, serta dari beberapa orang dari partai PAN, Gerindra, PKB, PKS  serta dari PPP, di beberapa dapil yang ada di wilayah Kuningan.

“Ya, bisa jadi pada dasarnya memang masyarakat Kuningan ingin ada perubahan dari wakil rakyatnya yang dulu. Sebab pada waktu yang lalu banyak masyarakat Kuningan memang sudah lumayan krisis kepercayaan pada wakilnya itu. Jika kita tela’ah lebih jauh lagi, untuk potensi perekonomian, lapangan kerja dan kekayaan alam Kuningan itu sangat besar. Tapi kenapa masyarakat Kuningan yang ada di perkotaan maupun pelosok desa terpencil masih belum mendapat kesejahteraan secara utuh bukankah wakil rakyat itu di gaji oleh rakyat,” paparnya.

“Bahkan wakil rakyat gajinya lebih besar daripada rakyat, seharusnya kan rakyatnya yang berpenghasilan besar bukan wakilnya? Dan wakil rakyat harus memberi pengarahan serta solusi yang baik, di bidang pekerjaan, maupun di bidang perumahan biar tidak ada rakyatnya yang tinggal di rutilahu lagi, serta jaminan kesehatan yang katanya bersifat pro rakyat miskin itu dan kita bisa lihat masih sangat banyak anak muda pengangguran serta putus sekolah di wilayah Kuningan ini,” tandasnya. (Hans)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Jumat, 18 April 2014 19:52

CiremaiPost-Bentuk-bentuk tanaman hias pada saat ini memang beraneka ragam dan hal itu juga mempengaruhi pasaran penjualanan pohon-pohon hias yang berada di pinggiran jalan di wilayah Kab. Kuningan, selain pohon hias palm botol, antheryum serta beringin yang sudah di bonsai.

“Selain itu saat ini sedang populer di masyarakat tentang tanaman hias bernama dollar (atau Zamioculcas/Zamifolia), salah satu jenis bunga hias yang berasal dari benua Afrika, yang sempat populer di tahun 2010-an itu. Dan pohon itu bisa hidup di dalam rumah dengan alat tanam berupa pot biasa, dan pohon itu juga berdaun sangat tebal. Serta dengan permukaan sangat lembut dan berwarna hijau muda cerah," ujar Henni Wulandari, warga Desa Ciawigebang Kec. Ciawigebang ini, Jum’at (18/04)

saat ini memang tanaman hias dollar di jual dengan di dalam pot dengan ukuran satu meteran s/d dua meteran, seharga 70 sd 120 ribu rupiah, namun tergantung warna dan kualitas pohon tersebut,“ tambahnya.

Menurut Henni, pohon hias dollar ini memang tidak terlalu ribet untuk soal pemeliharaan, serta penanamannya juga fleksibel dan tidak perlu disiram setiap hari, cukup di siram 3 hari sekali, dan pohon hias ini juga bagus untuk di tempatkan di atas meja tamu, sebagai pengganti hiasan bunga yang terbuat dari plastik.

“Ya, selain itu juga pohon hias dollar ini, juga mudah di dapat serta jika ada masyarakat awan yang tidak tahu, pohon hias ini di sia-siakan, padahal, kalau tahu cara perawatannya, pohon hias ini mempunyai harga yang relatif mahal, sebab pohon hias dollar ini, bagus untuk membersihkan debu serta memelihara oksigen di siang hari dan yang lebih terpenting lagi, pohon hias ini, juga sangat enak di pandang mata serta tidak membosankan,”  katanya. (Hans)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Kamis, 17 April 2014 19:38

CiremaiPost-Rapat pleno yang rencana akan digelar di KPU kab Kuningan, pada hari sabtu yang akan datang semakin membuat cemas seluruh caleg. Hal ini dikarenakan banyak gembar-gembor isu yang berhembus tentang adanya kecurangan di beberapa TPS serta di rapat pleno kecamatan.

“Dengan adanya indikasi kecurangan pada pileg saat ini membuat sedikit para petugas Panwas kerepotan. Malah ada sedikit isu yang berkembang bahwa KPU Kab. Kuningan wajib mengadakan pemilu legislatif ulang dan hal itu justru semakin membuat kisruh suasana pileg yang saat ini sudah selesai di laksanakan secara tertib,” ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan Ujang Abdul Azis, S.Pd, MH, Kamis ( 17/04)

Ujang menambahkan, “saat ini pihak kami memang banyak di datangi oleh para caleg tentang adanya permasalah, semisal adanya beberapa kecurangan para oknum caleg serta kecurangan di beberapa TPS saat penghitungan suara di gelar pada tanggal 9 april kemarin, namun hal itu tetap kami tanggapi secara detail dan sesuai prosedur.”

“Kami selalu menerima pengaduan namun kami juga perlu bukti-bukti yang real serta saksi-saksi yang benar. Saat kami meminta bukti adanya kecurangan, sang caleg memberi namun pada saat kami meminta dihadirkan saksi, namun saksi tidak ada. Begitu pula saat ada saksi yang bersaksi tapi bukti-buktinya tidak ada serta tidak kuat,” ungkapnya.

“Jika terus begitu tidak akan selesai-selesai, dan hal itu juga akan membuat pihak kami jadi semakin pusing di buatnya, dan segala bentuk pelanggaran pemilu. Seumpama ditemukan adanya penggelembungan suara serta money politik, semua itu wajib di perlukan bukti serta saksi-saksi yang benar-benar menjadi saksi, bukan sekedar saksi yang hanya mengada-ngada,” jelasnya. (Hans)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Jon's   
Kamis, 17 April 2014 19:16

Ciremaipost-Kepala SMA Negeri Kadugede-Kuningan Drs. H. Maryanto MSi.,didampingi Wakil Kepala Sekolah (WAKASEK) Jeje Sujadi S.Pd.,  menjelaskan bahwa selama UN berjalan dari mulai hari Senin sampai dengan Rabu (14,15,16/4) semua siswa peserta UN Alhamdulillah bisa mengikutinya dengan baik hanya Satu orang yang tidak bisa mengikuti UN secara utuh selama waktu yang di telah ditentukan. Demikian penjelasan Kepala SMAN Kadugede ketika ditemui Ciremai Post, Kamis (17/4).

Lebih lanjut Kepala Sekolah yang sedang menempuh S3 dan kini sedang promosi Doktor tersebut, mengatakan bahwa siswa yang tidak bisa mengikuti UN dihari pertama tersebut disebabkan karena sakit mendadak namun walau demikian di hari keduanya sampai akhir pelaksanaan  bisa mengikuti UN bersama rekan siswa lainnya.

Ketika ditanyakan kiat-kiat apa saja yang dilakukan dalam  rangka memotivasi anak didik dalam menghadapi UN tersebut? Kepala sekolah yang juga dosen di berbagai perguruan tinggi tersebut mengatakan kalau pihaknya dalam rangka menghadapi UN anak didiknya hanya diberikan motivasi sederhana saja agar anak tidak merasa tertekan dan terbebani.

"Ada dua hal yang selalu disampaikan kepada para siswa yaitu belajar dan berdoa, belajar dengan sungguh - sungguh dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar anak - anak diberikan ketenangan dan kemudahan. Disamping itu juga di berikan Try Out selama 4 kali dari sejak bulan Desember  tahun 2013 dan langkah terakhir adalah melakukan do'a bersama dengan melibatkan seluruh siwa termasuk kelas 1 dan 2 juga orang tua siswa kelas 3," paparnya.

Dengan upaya - upaya tersebut mudah - mudahan 290 siswa yang mengikuti UN semuanya akan lulus dengan nilai yang baik. Anak - anak nampak lebih semangat karena dihari pertama UN mendapat kunjungan dari Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati, Bapak Kadisdikpora juga ikut hadir ini merupakan dorongan luar biasa bagi anak - anak karena mereka merasa mendapat kehormatan dengan adanya kunjungan tersebut. Sehingga ada motivasi agar Sekolahnya menjadi yang terbaik dakam perolehan nilai UN tahun sekarang, semoga. (JON'S)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Jons   
Kamis, 17 April 2014 19:57

Ciremaipost-Dimana mana yang namanya pencuri tidak pernah panca kaki sepanjang ada kesempatan dan dianggap nenguntungkan secara peribadi apapun dicurinya tak terkecuali rambu - rambu lalulintas yang sangat berguna bagi pemakai jalan, tak pelak hal tersebut membuat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan Drs. Jaka Chaerul MM. merasa gusar dengan kejadian tersebut.

Kegusaran tersebut disampaikan ketika Ciremai Post berkunjung ke kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, komplek Terminal type A kertawangunan, Kuningan, Kamis (17/4).

Kepala Dinas Perhubungan lebih lanjut menjelaskan bahwa rambu nama jalan Ir. Soekarno yang terletak di jalan lingkar Gunung Keling telah 3 kali diganti. Bahkan di jalan baru yang terletak di jalan lingkar Kedung Arum sebanyak 8 buah rambu-rambu telah di ambil tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Dengan adanya hal tersebut pihaknya menghimbau kepada para pengusaha yang bergerak dibidang jual beli rongsok agar hati-hati ketika ada pihak yang menjual rambu-rambu lalulintas  bahkan Dinas Perhubungan akan menghargai apabila pengusaha tetsebut melaporkan temuannya ke Kepolisian terdekat atau Ke Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan maupun kepada petugas yang sedang jaga.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Teknik dan Prasarana (TEKSAR) Ancelmus Juanda Stiarasa S.H. menjelaskan bahwa  untuk tahun anggaran  2014 pihaknya akan melakukan pemasangan baru Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 158 titik yang tersebar di seluruh Kabupaten Kuningan diantaranya kantor-kantor Pemerintahan, Pondok Pesantren dan daerah rawan kecelakaan.

Sementara untuk perbaikan hanya ada alokasi sekitar 400 titik dari total Lampu PJU yang berjumlah  3400 titik sedangkan berdasarkan data yang ada terdapat 1505 titik yang mengalami kerusakan. Jadi dalam perbaikanpun pihaknya akan melakukan sekala perioritas dengan mengutamakan aspek kepentingan umum. (JON'S)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Kamis, 17 April 2014 19:30

CiremaiPost-Pertanian Ubi Jalar  yang ada di wilayah utara kab Kuningan, memang sangat di kenal banyak pangsa pasar, apalagi sewaktu ada kunjungan Presiden SBY ke Kuningan yang begitu sangat peduli dengan pertanian ubi. Hal itu juga seharusnya tidak luput dari perhatian pihak pemerintah daerah, seperti penyuluhan tentang pertanian ubi, serta pengolahan yang benar-benar maksimal, agar para petaninya bisa makmur serta bisa sedikit sumringah.

“Gudang serta pengolahan ubi jalar yang terletak di pinggir jalan yang jaraknya beberapa ratus meter dari KUA Kec. Ciganda Mekar itu, seperti sudah mengalami koma, alias tidak di fungsikan lagi, pabrik pengolahan ubi yang memakan lahan  seluas hampir seperepat hektar itu sudah lumayan lama mati suri mas,“ ujar Hendra, warga Desa Panawuan, Kamis (17/4)

Meski hampir setiap hari ada panen itu, Hendra mengatakan, “saya selaku petani ubi yang ada di kec Ciganda Mekar ini memang perlu sentuhan dari pihak Pemda Kuningan, agar pertanian ubi wajib di perhatikan. Sebab pertanian ubi jalar di wilayah Kec Cigandamekar ini, sangat lumayan stabil, namun harga tidak stabil. Dan jika kita mau mengolah ubi menjadi tepung untuk bahan pangan kue-kue olahan, kami harus kewilayah lain, dan buat apa di sini ada pabrik pengolahan ubi, namun tidak berfungsi. “

Hendra menambahkan, “seharus Pemkab Kuningan, bangga dengan adanya kunjungan Presiden SBY, yang berbicara masalah Pertanian Ubi dan pengolahan sampai di ekspor keluar negeri. Dan seharus pihak Pemda wajib menegur para kades dan camatnya, untuk lebih memperhatikan para petani ubi dan kesejahteraannya, serta kalau bisa di beri bantuan modal lagi, juga tolong diintruksikan itu ke Kecamatan, agar pabrik ubi yang ada di pinggir jalan sini, bisa di fungsikan kembali, sayang jika di biarkan terlantar seperti itu.” (Hans )


 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh L. Hakim   
Rabu, 16 April 2014 21:23

Ciremaipost-Terkait insiden penusukan terhadap sesama warga binaan di Lapas kelas II A Cijoho Kabupaten Kuningan beberapa waktu lalu, Polres Kuningan bekerjasama dengan Satgab Kamtib Gabungan Lapas se-Wilayah III Cirebon melakukan penggeledahan terhadap kamar-kamar penghuni warga lapas tersebut pada pukul 21.30 WIB hingga pukul 01.20 WIB , Rabu (16/4).

Sebanyak 60 anggota dari Satgab Kamtib Gabungan Lapas se-Wilayah III Cirebon dan anggota polisi dari Polres Kuningan dikerahkan. Hadir pada penggeledahan tersebut, Kapolres Kuningan, AKBP. Harry Kurniawan, SIK, Wakapolres Kompol Rizal Marito, SIK, Kalapas kelas II A Kuningan Supeno Djoko Bintoro, Bc. IP. SH. MH, Kalapas I Kosambi Cirebon Agus Soekono, Kalapas Narkotika Gintung Ciwaringin Cirebon Anas Saeful Anwar, Kalapas Majalengka Adi yanriko, Kalapas Indramayu  Soegito, Karutan kelas I Cirebon Rochidan, serta beberapa pejabat lainnya.

Menurut Keterangan dari Kapolres Kuningan, AKBP. Harry Kurniawan, SIK mengatakan dari hasil penggeledahan tersebu ditemukan puluhan peralatan, diantaranya, HP sebanyak 36 buah, baterai HP 19 buah, berbagai macam charger HP 60 buah, kartu memori HP 2 buah, kartu perdana Telkomsel 11 buah, kartu remi 1 buah, music box 2 buah.

Juga diketemukan sendok stainless 47 buah, silet 2 buah, cukur listrik 1 buah, gunting 4 buah, pinset 6 buah, gunting kuku 2 buah, pararel stop kontak 4 buah, ketel 4 buah, kaleng 1 buah, kompor minyak 1 buah, sorok saringan 1 buah, piring beling 10 buah, gelas beling  15 buah, botol beling 5 buah, pisau rakitan 9 buah, pil dextro  40 paket  serta peralatan lainnya dan uang tunai sebesar Rp. 5.600.000.

“Kita telah berkoordinasi, ditemukan barang seperti pil dextro akan kita tindaklanjuti dan barang lainnya akan diamankan di lapas,” terangnya. (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Dan   
Kamis, 17 April 2014 19:31

Ciremaipost-Atas info yang dimuat oleh media ini "Padepokan Cipta Wening Siapkan Program Bagi Caleg Depresi Pasca Pemilu", kini ada respon yang menghubungi Padepokan, demikian disampaikan Ketua Padepokan Ciptawening - Kuningan, Mukdiana,S.Sos.I, kepada Ciremaipost, Kamis(17/4).

"Yang konsultasi via telepon udah ada enam orang, tapi yang datang ke padepokan diantar keluarga baru satu, yang jelas dari wilayah 3 cirebon. Dari Kuningan sendiri belum ada yang datang ke padepokan secara langsung," ujar Kang Iyan (sapaan Mukdiana).

Kang Iyan menambahkan, "rata-rata caleg belum siap menerima kenyataan kalah, karena janji team sukses yang manis. Diperparah banyak yang habis modal sampai ratusan juta dan sekarang bingung untuk mengembalikan uang yang notabene pinjaman."

"Diluar masalah caleg ada pecandu narkoba 3 orang yang dibawa kepadepokan dari wilayah tiga cirebon dalam satu minggu ini, dan 2 orang dari Bekasi ke semuanya pengguna ganja dan shabu," ujarnya.

"Tapi punten, untuk biodata dan aktifitas teraphy saya tidak bisa ekpos berkaitan dengan kode etik," pungkasnya.(DAN)

 

Facebook Comments ()


Mulai Sebelumnya 1 2 Selanjutnya Akhir

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL