m.ciremaipost.com
Ditulis oleh L. Hakim   
Rabu, 23 April 2014 16:40

Ciremaipost-Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kuningan, Oyo Sukarya, merasa kesal. Pasalnya dalam acara Hari Krida Pertanian (HK) tahun 2014 yang diselenggarakan oleh BP4K Kabupaten Kuningan di lapang langru, Rabu (23/4).

Oyo mengungkapkan, kekesalan itu dikarenakan dalam acara tersebut yang seharusnya ia memberikan sambutan kepada para peserta dalam acara Hari Krida Pertanian ke 42 ini, malah ditiadakan.

“Saya curiga ini ada sebuah kerancuan dalam penyusunan acara. Didalam sisinan acara saya ada untuk memberikan sambutan, tapi kok dilewat, ini kan acara kita. Jadi ini salah siapa, panitianya atau siapa?”  keluh Oyo dengan nada kesalnya.

Ia juga menyesalkan, sebagian teks didalam sambutan tersebut telah dirubah yang tidak sama seperti aslinya yang dibuat oleh oyo sendiri. “Sambutan ini juga banyak yang dirubah, padahal tidak seperti ini, seperti banyak kerancuan,” terangnya.

Dalam teks sambutannya, jumlah anggota KTNA sebanyak 35.427 orang atau 1.771 kelompok. Menurutnya, jumlah kelompok tersebut ada yang melalui kelahiran normal dan kelahiran cesar.

“Cesar yang kami maksud adalah kelompok untuk kebutuhan program Kementrian terkait,” ucapnya.

KTAN sebagai representasi atas keberadaan kelompok tani pada saat ini dikategorikan sebagai ormas-ormas lainya. Padahal menurutnya, KTNA adalah organisasi Profesi seperti KONI atau Ikatan Dokter yang seharusnya  mendapatkan kekhususan dalam pembinaan dan pemberdayaannya.

“Mudah’mudahan kiprah kelompok Tani dan KTNA dapat perperan dam membangun Kabupaten Kuningan tercinta,” tutur Oyo yang juga anggota DPRD Kuningan ini. (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh L. Hakim   
Rabu, 23 April 2014 16:38

Ciremipost-Dengan wajah yang berseri, salah seorang Calon Dirut PDAU Kuningan, Elit Nurlita Sari menjalani test kesehatan di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan dengan tenang ia berharap test kesehatan ni bisa dilewatinya tanpa kendala.

“Tadi kita sudah melakukan test urin, test darah, dan test rekam jantung, kesehatan lainnya. Untuk test kesehatan ini mudah-mudahan saya merasa sehat mulai dari kesehatan darah, jantung maupun ronsen.” Kata Elit disela-sela pemerikasaan test kesehatannya, Rabu (23/4).

Selanjutnya kata Elit, untuk menjalani test berikunya yakni test uji kompetensi atau test akademik ini memerlukan konsentrasi yang penuh.

“Kita akan melakukan langkah test akademik satu hari penuh, tiga test menjadi satu ini yang memerlukan konsentrasi, memerlukan mental, sehingga butuh IQ yang luar biasa ditambah lagi dengan test wawancara. Mudah-mudahan bisa melewati semua,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemimpin PDAU kedepan harus memiliki karakter sebagai pemimpin yang tangguh dalam berbagai hal. “Dalam pemimpin PDAU kedepan perlu orang yang tangguh dalam arti tangguh pemikiran, tangguh konsentrasi, dan tangguh finansial” pungkas mantan calon Bupati Kuningan ini. (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh L. Hakim   
Rabu, 23 April 2014 16:32

Ciremaipost-Hari ini seluruh calon Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan menjalani test kesehatan yang dilaksanakan di rumah sakit umum 45 Kuningan, Rabu (23/2).

Keeman calon Dirut PDAU ini adalah, Hj.Elit Nurlita Sari, S.Sos, Drs. Teguh Priyono, MBA, Drs. H. dudung Mundjadi, SH, Joko Purnomo, S.Pd, MM, M. Benhardi, SE dan Muhamad Warid, ST.

Menurut Timsel PDAU Kuningan, Dodi Sudiana mengatakan, seluruh calon Dirtu PDAU ini menjalani test kesehatan yang mencakup test narkoba, test darah, ronsen dan test kesehatan lainnya.

Kata Dodi, Test kesehatan ini masih belum bisa diketahui hasilnya karena masih akan menunggu dari para dokter spesialisnya masing-masing.

“Seluruh calon dilakukan test kesehatan dulu dan kita tunggu hasilnya seperti apa, setelah itu kita rapatkan lagi dengan tim, baru kita tentukan test selanjutnya. Karena setelah test kesehatan ini kita masih menunggu hasil dari para dokter spesialisnya masing-masing untuk berkonsultasi hasilnya seperti apa” terangnya.

Tambah kata Dodi, setelah test ini selesai kemudian test selanjutnya adalah  Test uji kompetensi sepeti test tulis, persentasi dan wawancara. Rencananya dalam test ini, timsel akan menggandeng pihak ketiga untuk menjaga netralitas.

“Jadi tim tidak akan terlibat, diserakan langsung dengan pihak ketiga sekaligus pengujinya dengan pihak ketiga dengan owner yang akan memakai,”tandasnya. (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Jon's   
Senin, 21 April 2014 19:02

Ciremaipost-"Kuda lari dapat di kejar, nasib orang siapa tahu" itulah ungkapan yang sering di istilahkan kepada orang yang mendapatkan rejeki dari tossing (undian). Nasib hoki yang tidak disangka tersebut dialami oleh Wiwin (39) penduduk Desa Lingga Jaya, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan.

Dalam acara Fun Walk yang dilaksanakan oleh PDAM "TIRTA KAMUNING" Kuningan. berbagai hadiah dari berbagai produk ditebar mulai dari strika sampai Mobil, para pelanggan PDAM dan Nasabah BRI dimanjakan dengan ratusan hadiah dari mulai door Prize sampai kepada yang di undi. Untuk hadiah utama disediakan, 3 buah Televisi, 3 buah sepeda Gunung, 3 buah Sepeda Motor dan 1 buah Mobil.

Ketika masuk ke undian Grand Frize (utama) semua peserta jalan santai merangsek ke depan panggung utuk mendengarkan agar lebih jelas nomor berapa yang keluar sebagai pemenang. Ketika  kotak kupon undian di kocok para peserta seperti tegang kemudian yang diberikan kesempatan untuk mengambil kupon undian adalah Direktur Utama PDAM, Deni Erlanda SE. MSi. ketika nomor pemenang di umumkan dari arah kerumunan peserta berlari seorang perempuan sambil tangannya mengacungkan kupon yang dia pegang. Kemudian setelah sampai di panggung nomor yang dipegang dengan nomor yang di undian di cocokan dan ternyata sesuai maka Wiwin dinyatakan sebagai pemenang.

Sesaat sebelum pengambilan pada hari berikutnya Senin (21/4) Ciremai Post mencoba untuk sedikit berbincang - bincang dengan pemenang tersebut, ketika ditanyakan apakah ada tanda-tanda yang dirasakan sebelum mendapatkan hadiah mobil tersebut ?  Wiwin dengan didampingi suaminya Tarno Sutisna mengatakan bahwa malamnya bermimpi ditinggal mati oleh mertuanya dan matannya menatap terus ke arahnya sehingga dalam mimmpi tersebut dirinya merasa ketakutan. Wiwin menang undian karena dirinya merupakan Nasabah BRI Kecamatan Ciwaru fan berperopesi sebagai pedagang di jakarta. (JON'S)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Selasa, 22 April 2014 21:34


Di puncak malam yang mencekam
Kurebahkan raga ini dalam peraduan
Mata kosong ini mencoba tuk terpejam
Tapi batin tersayat dan menjerit dalam keterpurukan

Raga ini terasa remuk redam dan kelam
Perjalanan ini begitu kejam Mengikatku dalam rantai kebodohan
Lihatlah tangan dan kaki kusam ini
Telah kau jerat dengan jaring jaring penderitaan

Dan dengarlah...
Dengarlah suara gemuruh yang menggema
Lihat tangisan itu dari kejauhan
Memanggil dan menanti kami dalam pelukan

Apa mata hati kalian buta dan membeku
Sehingga air mata darahpun tak kau hiraukan

Ingatlah!
Kami bukan budak belian
Tapi kami para hamba yang butuh keadilan
Yang punya hak dan kewajiban
Untuk menyambung hidup dan masa depan

Taiwan: 17 Agustus 2013

.
Ketika saya membaca puisi ini saya sempat kaget, puisi yang ditulis oleh Trisma, pekerja yang sedang bekerja menjadi Buruh Migrain Indonesia, di Negara Formosa/Taiwan ini, memang terkesan sederhana namun memikat dan begitu menjerat untuk lebih melepaskan lagi kata kebebasan pada hal itu sendiri. Menuntut hak-nya dan ingin merasakan betapa kata hak adalah sebuah kewajiban untuk para pekerja itu sendiri.

Puisi yang berjudul: JERITAN HATI SANG PAHLAWAN DEVISA. Ini begitu mengungkap tajam atas ketidak puasan para pekerja yang berada di negeri Formosa ini. Sepeti petikan puisi di bawah ini. Dari hasil olahan kata hati nurani yang dituangkan secara sederhana namun tepat penyampaiannya.

+: Di puncak malam yang mencekam
Kurebahkan raga ini dalam peraduan
Mata kosong ini mencoba tuk terpejam
Tapi batin tersayat dan menjerit dalam keterpurukan.

-: dalam bentuk kosakatanya memang sederhana, namun disinilah letak kata ruang teriak kebebasan itu sendiri, seperti ingin mengungkap tabir, dan berteriak aku sudah lelah, perkataan-perkataan dalam tulisan di atasa tersebut mengingatkan saya akan puisi sang maestro Sutardji Calzoum Bachri. Yang berjudul : O,
disitu saya menlihat pergulatan tentang kata kemerdekaan dan kata kebebsan dalam meraih hidup itu sendiri, negeri yang makmur, namun masih banyak rakyatnya yang harus hidup meraih mimpi di negeri orang, apakah sebuah alasan untuk berkata dan bertahan hidup, pahlawan adalah kata smu bila itu tidak diungkapkan dan diperjuangkan secara menyeluruh. Bagi yang sukses akan sukses, bagi yang terperangkap dia akan terperangkap, sebuah kata pertahanan dari kata inti dan pokok tiang itu sendiri. Merubah kata menjadi sebuah pergolakan nyata, bahwa hidup adalah menuju kata perjuangan, walau di negeri sendiri ataupun di negeri orang.



Dari kata kedua dari pecahan puisi hati nurani Trisma ini begitu menggugat. Dan cerita ini begitu terasa, seperti percikan puisinya yang berikut ini.

+: Raga ini terasa remuk redam dan kelam
Perjalanan ini begitu kejam
Mengikatku dalam rantai kebodohan
Lihatlah tangan dan kaki kusam ini
Telah kau jerat dengan jaring jaring penderitaan.

-: Sebuah kata, sebuah cerita, terbentuk dari melakukan, perbuatan bahkan merasa seperti menangis air mata darah, perjuangan adalah perjuangan, seperti penafsiran dalam mengatur pola itu sendiri, namun pada dasarnya, sebuah kalimat yang ditulis diatas tersebut, memang sangat membutuhkan polapikir panjang, tentang sebuah kekuatan yang begitu mengikat, pada dasarnya semua memang memerlukan inti dari cerita itu sendiri, mengalami lalu dituangkan dalam bentuk puisi kata hati. Apakah ini terasa atau tidak pernah tersa pada jalinan nurani itu sendiri, memamng pada dasarnya hidup itu adalah pilihan bagi orang tersebut, namun secara garis besar tentang penataan ruang dari kata ambisius ingin maju terus memaksa, kita masuk kedalamnya. Pahlawan o pahlawan, namun semuanya adalah cerita, sebab pada dasarnya. Hidup adalah yang mengadu nasib, namun yang mana yang harus diadu. apakah nasib yang tidak ingin merubah atau yang ingin merubah nasib. Pergolakan kata dari inti dasar kaki kusam, dari kata yayasan di masukan dalam kategori. Jaring-jaring penderitaan. Sungguh mengingatkan saya pada petikan puisinya: Wiji Tukul, yaitu puisi pelo. yang banyak bercerita tentang keadilan dan menangkap lagi jaring tentang pengebirian pada kaum pinggiran/marginal.

Terbaca lagi tentang tabir dari kesederhanaan isi guratan hati Trisma ini.
Menentukan dan menyatakan.

+: Dan dengarlah...
Dengarlah suara gemuruh yang menggema
Lihat tangisan itu dari kejauhan
Memanggil dan menanti kami dalam pelukan

Apa mata hati kalian buta dan membeku
Sehingga air mata darahpun tak kau hiraukan

-: Ibarat air yang sedang dimasak, inilah tinggi panas derajatnya dalam kata " Didih "
menuang kembali, berbicara tentang hak, berbicara tentang keadilan dan cepat ingin meraih kata perjuangan itu sendiri, namun jika kita singkap dari kata itu sendiri adalah kata menahan rindu dengan orang di sekelilingnya ( kampung halamannya)
tatkala semua sudah berjalan memang selalu ada kata penyesalan dari wajah para Pahlawan devisa itu sendiri. Terkadang memang menyakitkan dan terasa sangat menyedihkan, namun pada dasarnya itulah proses dari sebuah kekuatan bagaimana caranya bisa bertahan hidup dan memakmurkan keluarga yang mungkin hidupnya dibawah garis kemiskinan, namun bila lebih jeli lagi kita menela'ah sangat lebih jauh, bahwa BMI itu adalah nasib namun nasib yang mana, yang sedang kita bicarakan? apakah nasib yang harus dipertontonkan oleh para kalangan pejabat Pemerintah, ataukah meminta suaka pada Pak Presiden, yang begitu sangat sedikit kurang memakmurkan suara hati BMI, padahal itu adalah rakyatnya. Disinilah yang patut kita kaji, dari tulisan sederhana Trisma, yang memang adalah sang Pahlawan devisa di negeri Indonesia ini. menyingkap namun bukan berrati mempertontonkan hak itu sendiri.

Sangat meliuk dan menyemburkan asap belerang yang mematikan. Dan menutup nafas kehidupan itu sendiri. Dari percikan akhir puisi yang diciptakan oleh Trisma ini, sahabat, saudara, bahkan pahlawan devisa di negara kita ini.

+: Ingatlah!
Kami bukan budak belian
Tapi kami para hamba yang butuh keadilan
Yang punya hak dan kewajiban
Untuk menyambung hidup dan masa depan

Taiwan: 17 Agustus 2013.



-: Wajah-wajahnya begit panas dan sangat berwarna merah, tensi darah melonjak tinggi, dan mulai menunjuk dengan sangat ganas. Pada hakikatnya semua adalah cerita itu sendiri. Dari BLK menuju persinggahan terkahir, yaitu hidup di negeri rantau/di negeri orang. Hukum adalah hukum dari kata tabiat itu sendiri, permainan pola akal pikir dari pengakuan untuk selalu inin bertahan hidup, menuntut yang memang wajib dituntut, yaitu keadilan serta kewajiban memanusiakan, manusia secara manusia. Semua adalah buah dari pemikiran itu sendiri tanpa ada kata kiasan, bahwa seorang pekerja buruh migrain itu juga wajib mempunyai hak hukum untik memperoleh suara keadilan yang begitu sangat adil, seadil-adilnya.
Selamat berjuang sahabat, kami mendukungmu dan selalu berteriak, bahwa kau adalah saudara, sahabat serta orang sebangsa dan setanah airku Indonesia. Selamat berjuang dalam meraih cita Pahlawan devisa Negeriku.


Puisi ini diambil dari puisi pahlawan devisa kita yang ada di negara formosa/Taiwan.
Yaitu: Trisma Widy Gatot Harianto.
Seorang perempuan remaja yang bekerja menjadi buruh migrain Indonesia di negeri Formosa/Taiwan. Dan saat ini, memang aktif menulis puisi. Di Komunitas sastra puisi Coretan Dinding Kita. Yang berbentuk maya namun penuh kreatif membentuk sebuah elemen pergerakan nyata. Dalam melestarikan lagi bahasa sastra puisi dan melakukan kegiatan seni. Di Jakarta dan di daerah-daerah di Indonesia.,

Penulis Opini Perjuangkan BMI Lewat Puisi:
Handhika Alfarizi Santoso.
Lelaki berdarah Aceh-Jawa
kElahiran 21 April 1978. ini adalah:
Pendiri Komunitas Sastra Puisi Coretan Dinding Kita.
Pelopor Buku Antologi Puisi Perdamaian Se-Asia Tenggara

dan saat ini, masih aktif menyuarakan suara hati para BMI/para pekerja Imigran dalam berkarya/menulis puisi, di komunitas sastra puisi Coretan Dinding Kita,
dan sudah menelurkan beberapa buku antologi puisi perdamaian di ASIA TENGGARA. yang banyak di ikuti oleh para penulis dari kaum imigran/ Orang sebangsa sendiri yang berada di Korea, Taiwan, Hongkong, Berlin, Singapore, Arab Saudi dan Malaysia dan para penulis yang asli warga Negara Asing dari ASIA TENGGARA. dan saat ini saya berdomisili di Jakarta Selatan. Indonesia

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh Hans   
Selasa, 22 April 2014 21:26

CiremaiPost-H. Rusliadi Drs. Ir, mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Kuningan, yang mencalonkan dirinya sebagai anggota legislatif Kab. Kuningan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang lebih di kenal banyak  masyarakat luas dengan sebutan Dede Rusli ini, menyatakan siap berbakti pada masyarakat lahir bathin, serta ingin mensukseskan Kuningan, yang sejahtera dan mandiri serta agamis, seperti kata-kata motto PDI-P, yaitu “Indonesia Hebat”.

“Dalam rapat keputusan pleno yang digelar hari ini di GOR Ewangga Kuningan, dinyatakan  dalam keputusan rapat pleno oleh pihak KPU, kalau saya adalah termasuk kader PDIP  yang masuk di gedung rakyat di ancaran dari dapil 2. Dan hal itu membuat saya menjadi sangat optimis untuk kembali membangun Kuningan secara bertahap melalui program-program yang sudah dirinya siapkan.
Ini adalah sebuah amanah dari rakyat dan untuk rakyat, dalam mensejahterahkan rakyat yang sentosa serta berkesinambungan,” ujarnya.
Saat ditanya program apa yang akan lebih dulu dimulai jika sudah menjadi anggota DPRD Kuningan, Rusli menjawab “saya akan bersifat fifty-fifty, 50% saya akan bersifat membangun, pembangunan fisik dan 50% lagi saya akan membangun non fisik, alias lebih pro ke ekonomi kerakyatan “

“Saya yakin semua pasti berjalan sesuai rencana dan tindakan, karena sesuai dengan apa yang nanti akan saya lakukan sesuai dengan rencana dan prosedur itu sendiri, karena wakil rakyat itu adalah, wajib pro rakyat, baik rakyat yang mampu dan yang tidak mampu sekalipun, pokoknya Indonesia Hebat,” tandasnya. ( Hans )

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh L. Hakim   
Selasa, 22 April 2014 21:10

Ciremaipost-Usai melaksanakan rekapitulasi  suara yang berlangsung dua hari, KPU Kuningan menetapkan hasil penghitungan suara pemilu anggota DPR RI, DPD, dan DPRD tahun 20014 tingkat Kabupaten, Selasa (22/4).

Hasil dari rekapitulasi tersebut, perolehan suara yang sah untuk partai dan caleg DPR RI sebanyak 513.766 suara, perolehan suara DPRD Provinsi Jabar mendapatkan 503.859 suara, sedangkan untuk caleg DPD hanya 440.774 suara.

Untuk wilayah DPRD Kabupaten Kuningan sendiri, di masing-masing dapil seperti di Dapil 1 perolehan suara yang sah mencapai Perolehan suara  DPRD Kabupaten dari seluruh dapil mendapatkan 546.104 suara, 130.960 suara, Dapil 2 sebanyak 129.752 suara, Dapil 3 peroleh  123.458 suara, Dapil 4 sebesar 88.421 suara, sedangkan  di Dapil 5 hanya 73.513 suara. Total suara yang sah dari seluruh dapil sebesar  546.104 suara.

Pelaksanaan rekapitulasi suara ini juga disaksikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Parpol, Saksi, dan beberapa petugas lainnya. (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh L. Hakim   
Selasa, 22 April 2014 21:12

Ciremaipost-Perolehan suara yang sah untuk seluruh partai, DPR RI Dapil X (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran) wilayah Kabupaten Kuningan pada pemilihan legeslatif 2014 mencapai 513.776 suara.

Hal itu berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara pileg 2014 yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kuningan yang digelar selama dua hari di GOR Ewangga kemarin.

Dari hasil rekapitulasi suara tersebut, perolehan suara tertinggi di raih oleh Partai Nasdem dengan 46.273 suara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 35.450 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 63.173 suara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) 112.365 suara, Partai Golongan Karya (Golkar) 60.195 suara, Partai Gerindra 34.403 suara.

Selanjutnya untuk Partai Demokrat mendapatkan 52.852 suara, Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 48.211 suara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 37.284 suara, Partai Hanura raih 14.782 suara, Partai Bulan Bintang (PBB) hanya 4.687 suara dan  Partai PKPI hanya 4.091 suara.

Nama-nama caleg yang mendapatkan suara tertinggi diantaranya, Hj Rini Sujiyanti dari Partai Nasdem dengan perolehan suara sebanyak 24.884 suara, H Yanuar Prihatin dari PKB 9.292 suara, KH Surahman Hidayat dari PKS sebanyak 25.751 suara, Muhamad Nurdin dari PDIP dapat 17.244 suara dan Puti Guntur Soekarno dari PDIP 27.894 suara.

Sementara, Caleg Agun Gunandjar Sudarsa dari Partai Golkar mendapatkan suara sebanyak 13.981 suara, Muhajidin Nur Hasyim dari Partai Gerindra 6.025 suara, H Amin Santono dari Partai Demokrat raih 10.216 suara, H Candra Tirtawijaya dari PAN capai 16.878 suara disusul Budi Youyastri dapat 11.680 suara, Hj Wardatun Na’im dari PPP peroleh 11.661 suara disusul KH Asep A Maoshul Affandy dengan perolehan suara sebanyak 10.421 suara.

Sedangkan dari Partai Hanura, PBB dan PKPI perolehan suara tertinggi mencapai 3.016 suara yakni dari Caleg Partai Hanura bernama Wisnu Purnomo.

Perolehan suara tertinggi untuk DPR RI, posisi tertinggi dengan perolehan suara sebanyak 112.365 suara untuk PDIP, disusul PKS, Partai Golkar, Partai Demokrat dan partai lainnya.

“Hasil rekapitulasi suara pemilih di Kabupaten Kuningan untuk tingkat DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten sudah dikirim ke KPU Jawa Barat tadi malam,” kata Ketua KPU Kuningan, Hj Heni Susilawati melalui Komisioner KPU Kuningan Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Asep Z Fauzi, Selasa (22/4). (l.hakim)

 

Facebook Comments ()


Ditulis oleh H. Dink   
Senin, 21 April 2014 20:52

Ciremaipost-Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda melantik H. Aang Hamid Suganda menjadi Kepala Sekretariat Bersama Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama pada Senin (21/4) di Ruang rapat Linggajati Setda Kabupaten Kuningan. Hadir dalam acara Para Asisten Pemerintahan Kabupaten/kota Kunci Bersama, para Staf Ahli Kabupaten Kuningan, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten Kuningan.

H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan kepengurusan terdahulu yang telah mendedikasikan waktunya untuk menjalankan organisasi tersebut. Ia berharap dengan waktu yang singkat ini akan mampu menjalankan tugas dengan baik, terutama dapat mengembangkan dan memajukan daerah perbatasan, sehingga masyarakat yang ada didaerah perbatasan menjadi sejahtera.

Ia meminta kepada semua pihak agar dapat membantu dalam mensinergikan perencanaan pembangunan di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Barat-Jawa tengah.

Selanjutnya H. Aang Hamid Suganda menuturkan bahwa untuk tahun 2014 ini akan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di daerah Perbatasan, diantaranya kegiatan sosial yang bekerja sama dengan Pundi Amal SCTV yaitu operasi Katarak bagi masyarakat tidak mampu dan kegiatan-kegiatan lainnya, yang akan dilaksanakn di wilayah perbatasan.

Selain itu ada juga kegiatan pembangunan jalan dan jembatan ruas Padabeunghar  Kuningan - Padaherang Majalengka, Pembangunan Jalan dan jembatan Ruas Patalagan Kuningan ke Halimpu Cirebon dan pembangunan jalan menuju jembatan Leuwikasba Ciamis.

Sementara Bupati Kuningan, Hj. Utje CH. Suganda mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama BKAD yang telah mendedikasikan waktunya untuk kemajuan KUNCIBERSAMA, sehingga telah terjadi sinergitas perencanaan pembangunan kawasan perbatasan Provinsi Jawa Barat-Jawa Tengah.

Ia berharap kepengurusan BKAD yang baru dalam waktu singkat dapat membaawa kerjasama antar daerah ini ke arah yang lebih maju. Kepada seluruh Kepala SKPD Ia mengajak untuk memanfaatkan skber BKAD sebagai fasilitator dalam upaya mensinergiskan rencana pembangunan dengan kabupaten/kota lain di wilayah perbatasan. (mckuningan/dink s arizona)

 

Facebook Comments ()


Mulai Sebelumnya 1 2 Selanjutnya Akhir

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL